BANGKAPEDIA.COM, Belitung – Maraknya Prostitusi Online melalui aplikasi daring (red-aplikasihijau) di hotel-hotel kelas melati yang ada di Kabupaten Belitung, modusnya para pekerja seks komersial (PSK) online menginap di hotel-hotel kelas melati yang harganya memang terjangkau.
Biasanya para PSK online menjajakan dirinya melalui aplikasi during dengan kisaran harga mulai Rp. 200.000 hingga Rp. 500.000 dan pembayaran biasanya dilakukan di lakukan dengan Cash On Direvery (COD), maraknya prostitusi online ini tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari pengelolaan hotel tempat para PSK stay.
Tidak hanya dikarenakan lemahnya dari para pengawasan pengelola hotel ada faktor lain penyebab tumbuh suburnya prostitusi online yang ada Kabupaten Belitung, seperti lemahnya pengawasan dari para penegak Peraturan Daerah (Perda) yakni Satpol PP Kabupaten Belitung.
Hasil investigasi awak media (29/10/2025) melalui aplikasi kencan daring yang diduga marak digunakan oleh para PSK online, ditemukan banyak wanita menawarkan layanan prostitusi dengan tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 500.000
Misalnya seorang perempuan dengan akun inisial P, melalui aplikasi during menawarkan harga Rp. 550.000 sekali kencan dan dirinya mengaku stay di Hotel MG yang ada di Jalan Baru Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung.
“Kak kalau mau BO Rp 500 ribu bisa nego, langsung saja datang ke hotel MG jalan baru,” tulisnya melalui aplikasi hijau
Ironisnya praktik serupa tidak hanya terjadi di satu hotel yang ada di Kecamatan Tanjung Pandan, bahkan ada dibeberapa hotel yang ada di Tanjung Pandan, seperti Hotel B dan Hotel P, juga diduga telah menjadi lokasi transaksi prostitusi online dengan modus yang digunakan hampir sama yaitu menawarkan tarif murah yang sudah termasuk biaya kamar.
Sementara terkait adanya dugaan lemahnya pengawasan dari penegak Perda yang ada di Kabupaten Belitung, awak media mengkonfirmasi (29/10/2025) Kepala Satpol PP Kabupaten Belitung Hendri Suzanto tentang fenomena ini, sayang Hendri Suzanto lebih memilih diam hingga berita ini di tayangkan
Ternyata fenomena maraknya prostitusi online yang ada di Belitung membuat sebagian ibu-ibu menjadi resah dan khawatir, hal ini diungkapkan salah seorang ibu berinisial D (42) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga
“Saya sangat khawatir dengan maraknya prostitusi online ini, dengan menggunakan aplikasi daring (aplikasi hijau) yang mempermudah lelaki hidung belang dari kalangan Bapak-bapak maupun anak muda di luar sana yang ingin mencoba melakukan open BO “ungkap D yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.
D juga mendesak pihak berwenang, terutama Satpol PP, untuk bertindak tegas dengan menertibkan hotel-hotel yang diduga menjadi sarang praktik prostitusi online.
“Saya juga berharap pengawasan dan penindakan yang lebih intensif dari pihak kepolisian dan Satpol PP dapat secara efektif memberantas praktik yang meresahkan ini dan menjaga ketertiban umum di Belitung”, tutupnya
REPORTER : Sandi Pratama
PENULIS : Aldo












