BANGKAPEDIA.COM, JAKARTA – Setelah Polda Metro Jaya menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi, nama Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mendadak menjadi sorotan publik.
Bukan hanya karena perannya dalam menyampaikan perkembangan kasus tersebut, tetapi juga karena kekayaannya yang disebut mencapai 52 miliar rupiah angka ini membuat warganet tercengang hingga ramai di media sosial.
Kekayaan Budi Hermanto menjadi perbincangan lantaran harta kekayaannya tentu saja tergolong sangat besar untuk seorang perwira menengah Polri berpangkat komisaris besar, Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, bahkan menyebut angka tersebut “fantastis” dan “nyaris seperti abrakadabra”.
Menurut Uchok, apabila angka kekayaan itu sangat janggal jika diperoleh hanya dari menabung gaji, dirinya (red-uchok) mencontohkan, bila Budi Hermanto berdinas selama 10 tahun maka ia harus menabung sekitar Rp 438.000.000 per bulan untuk mencapai total 52 miliar rupiah, Jika berdinas 15 tahun, maka tabungan per bulannya setara Rp 292.000.000 dan dengan rentang 20 tahun dinas, harus menabung Rp 219.000.000 per bulan bahkan bila sudah berdinas 30 tahun tetap harus menabung Rp146.000.000 per bulan.
“Kalau sudah berdinas 200 tahun, mungkin bisa nabung Rp 21.000.000 per bulan,” sindir Uchok, Jumat (14/11/2025).
Karena itu, CBA meminta Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia segera membentuk tim internal untuk memeriksa sumber-sumber harta kekayaan anggota Polri.
Uchok menegaskan bahwa kekayaan sejumlah perwira harus ditelusuri, termasuk milik Kombes Budi Hermanto serta Kombes Pol. Adi Benny Cahyono—yang ketika menjabat Kasi STNK Polda Metro Jaya tercatat memiliki uang tunai sebesar 5,2 miliar rupiah
“Harus diperiksa asal-usulnya, dari mana duit itu semua,” ujarnya.
Diakhir Uchok menyampaikan kritik keras terhadap arah gerak institusi kepolisian, ia menilai Polri harus kembali pada core business-nya yakni menangani kriminalitas.
“Polri jangan masuk ke ranah politik atau membeking, Itu bukan tugas mereka,” tutup Uchok
(bangkapedia.com/rilis CBA)
Editor : Aldo












